Mendarat di Papua Selatan, Pesawat Smart Air Diserang OTK, 2 Pilot Meninggal

ochaapp

No comments
Ilustrasi Pesawat Terbang (Unsplash)

Tintanarasi.com, Nasional – Tragedi berdarah kembali mencoreng wajah penerbangan perintis di Papua Selatan.

Sebuah pesawat jenis Caravan milik maskapai Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR menjadi sasaran tembak Orang Tak Dikenal (OTK) sesaat setelah mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel.

Insiden mematikan ini terjadi pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 10.38 WIT.

Pesawat yang melayani rute perintis dari Tanah Merah menuju Danowage/Koroway Batu tersebut membawa misi pengangkutan penumpang sipil.

Berdasarkan data yang dihimpun, pesawat nahas itu mengangkut total 13 penumpang, termasuk seorang bayi.

Situasi mencekam bermula ketika roda pesawat baru saja menyentuh landasan pacu.

Rentetan tembakan langsung menyambut kedatangan mereka.

Sebelum komunikasi terputus, sang pilot sempat mengirimkan pesan darurat (distress message) yang menyayat hati.

Pesan tersebut menjadi bukti detik-detik terakhir perjuangan kru pesawat menyelamatkan diri.

“Gak ada sinyal, tolong dilacak saja. Di Koroway kita ditembaki,” demikian bunyi pesan terakhir yang dikirimkan pilot, menggambarkan kepanikan saat mereka mencoba melarikan diri ke arah hutan, seperti dikutip dari Kumparan.

Sayangnya, takdir berkata lain. Sekitar pukul 13.26 WIT, kabar duka terkonfirmasi.

Dua awak pesawat, yakni Kapten Egon E. dan Kapten Baskoro, dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Sementara itu, nasib 13 penumpang lainnya yang sempat dilaporkan lari ke hutan masih belum diketahui secara pasti dan dalam proses pencarian.

Kepala Polres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana, membenarkan peristiwa penyerangan yang merenggut nyawa pilot dan kopilot tersebut.

“Benar, sekitar jam 11.00 WIT pesawat yang bawa 13 penumpang ditembak,” ujarnya.

Di Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bergerak cepat merespons insiden ini.

Kabiro Humas dan Data Kemenko Polkam, Brigjen TNI Inf Honi Havana, menyatakan pihaknya telah menerima informasi awal dan koordinasi dengan aparat kewilayahan sedang dilakukan secara intensif.

“Kemenko Polkam sudah dapat info awal, sedang dilaksanakan pengecekan lebih lanjut, menunggu info yang lebih detail dari satuan kewilayahan setempat,” jelas Honi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga telah menerima laporan mengenai dua titik koordinat GPS terakhir pesawat (S 5,214472° T 140,016460°) dan tengah menyiapkan langkah-langkah tanggap darurat.

Share:

Related Post

Leave a Comment