Batal Dibuka, Iran Kembali Kunci Selat Hormuz Usai AS Lanjutkan Blokade Pelabuhan

ochaapp

No comments
Foto: Unsplash

Tintanarasi.com, Internasional – Ketegangan di jalur perairan strategis Timur Tengah kembali memuncak setelah otoritas militer Iran membatalkan pelonggaran akses.

Hanya dalam kurun waktu kurang dari sehari setelah sempat diumumkan terbuka pada Jumat (17/04/2026), Selat Hormuz kembali ditutup rapat oleh Pusat Komando Militer Iran.

Keputusan drastis ini diambil sebagai bentuk balasan atas sikap Amerika Serikat (AS) yang masih mempertahankan blokade angkatan laut mereka di depan pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Perselisihan yang terus berlanjut ini membuat Teheran tidak memiliki pilihan selain mengembalikan status selat ke kondisi siaga tinggi.

Komando Operasional Militer Iran, Khatam Al-Anbiya, melontarkan kecaman keras dan menyamakan tindakan blokade yang dilakukan oleh pihak AS sebagai bentuk “pembajakan”.

Oleh karena itu, militer mengambil alih sepenuhnya keamanan di wilayah perairan tersebut.

“Karena alasan ini, kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur air strategis ini berada di bawah manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata,” tegas pihak komando militer Iran melalui pernyataan resminya, seperti dikutip dari CNBC.

Pihak militer juga menetapkan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh Washington jika ingin jalur pendistribusian seperlima pasokan minyak global tersebut kembali dinormalisasi.

Langkah penutupan ini sejatinya selaras dengan peringatan keras yang sebelumnya telah dilontarkan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ia telah menegaskan bahwa Teheran tidak akan ragu menutup Selat Hormuz apabila armada AS masih terus melakukan pencegatan di fasilitas pelabuhan mereka.

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya memang telah menyatakan bahwa kebijakan blokade AS “akan tetap berlaku penuh”.

Trump menegaskan tekanan tersebut tidak akan dicabut sampai Pemerintah Iran bersedia mencapai kesepakatan baru dengan Washington, terutama yang berkaitan dengan penghentian program nuklir negara tersebut.

Share:

Related Post

Leave a Comment