Hilangnya Semarak Idulfitri: Masjid Al-Aqsa Dibarikade, Pedagang Palestina Dilarang Berjualan

ochaapp

No comments
Foto: Unsplash

Tintanarasi.com, Internasional – Perayaan Idulfitri tahun ini menyisakan duka mendalam bagi umat Islam di kawasan Yerusalem Timur.

Tembok-tembok Kota Tua yang biasanya bergemuruh oleh lantunan takbir, kini mendadak sunyi bak kota mati.

Kondisi memilukan ini dipicu oleh kebijakan otoritas Israel yang secara sepihak memblokade akses menuju Masjid Al-Aqsa.

Penutupan akses tersebut secara efektif menghalangi warga Palestina untuk melaksanakan salat id di situs suci umat Islam itu pada Jumat (20/03/2026).

Keputusan drastis yang diklaim sebagai langkah antisipasi keamanan di tengah memanasnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran ini menjadi catatan kelam karena merupakan pelarangan perdana semenjak penjajahan wilayah tersebut pada tahun 1967.

Menghadapi represi tersebut, masyarakat sipil Palestina tidak tinggal diam. Berbekal imbauan fatwa dari mantan mufti besar Yerusalem, Sheikh Ekrima Sabri, ribuan jemaah tetap merapatkan saf di area terdekat yang bisa mereka jangkau di luar kompleks.

Sayangnya, aksi perlawanan damai untuk menyambut hari kemenangan ini direspons dengan tindakan represif oleh aparat keamanan zionis.

Bentrokan pun tak terhindarkan tatkala kepolisian Israel membubarkan paksa kerumunan jemaah yang tengah beribadah dengan melontarkan granat kejut, tembakan gas air mata, hingga pukulan pentungan.

Bagi penduduk setempat, dalih keamanan yang dilontarkan Israel diyakini sebagai taktik sistematis untuk mengukuhkan kontrol penuh atas kompleks suci tersebut.

“Besok menjadi hari paling menyedihkan bagi jemaah muslim di Yerusalem,” ungkap Hazen Bulbul, seorang warga yang sejak kecil selalu menghabiskan akhir puasa di masjid tersebut, seperti dikutip dari Kompas.

Pria berusia 48 tahun itu juga meluapkan kekhawatirannya akan masa depan kebebasan beragama di sana.

Cengkeraman Israel nyatanya juga mencekik urat nadi perekonomian warga Palestina tepat di momen perayaan hari besar ini.

Aturan pembatasan kerumunan dibarengi dengan perintah penutupan paksa bagi seluruh tempat usaha milik warga Palestina.

Pengecualian hanya diberikan untuk apotek serta toko kebutuhan pokok. Para pedagang lokal yang dirugikan mengeluhkan penderitaan finansial yang teramat berat di tengah pusaran konflik.

Share:

Related Post

Leave a Comment