Tintanarasi.com, Nasional – Lawatan diplomasi maraton Presiden Prabowo Subianto ke benua Eropa resmi berakhir.
Setelah lima hari berkeliling ke Inggris, Swiss, dan Prancis, Kepala Negara beserta rombongan terbatas mendarat kembali di Tanah Air pada Hari Sabtu (24/1/2026).
Kepulangan Presiden tidak dengan tangan hampa.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa kunjungan kerja ini sukses mengamankan sejumlah kesepakatan vital yang bernilai triliunan rupiah serta memperkuat posisi geopolitik Indonesia di kancah global.
“Menutup lawatan lima hari di luar negeri, Presiden membawa pulang oleh-oleh beberapa hasil konkret,” ungkap Teddy melalui keterangan resminya, seperti dikutip dari Liputan6.
Inggris menjadi salah satu titik paling produktif dalam kunjungan kali ini.
Pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Keir Starmer di London menghasilkan komitmen investasi jumbo di sektor maritim.
Nilainya mencapai 4 miliar poundsterling atau setara dengan Rp90 triliun.
Dampak ekonomi dari kesepakatan ini diproyeksikan akan sangat terasa di level akar rumput.
Salah satu realisasinya adalah proyek pembangunan 1.582 unit kapal ikan.
Teddy menekankan bahwa proyek ini bersifat padat karya karena seluruh proses produksi kapal akan dilakukan di galangan dalam negeri.
“Ini akan menyerap tenaga kerja hingga 600.000 orang,” jelas Teddy.
Di sektor pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Prabowo juga sukses menggandeng 24 universitas elit Inggris.
Fokus kerja sama pendidikan ini dititikberatkan pada bidang Kedokteran serta Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), termasuk rencana pembukaan cabang kampus Inggris di Indonesia.
Manuver Perdamaian dan Ekonomi di Davos
Saat berada di Swiss, agenda Presiden bergeser ke isu geopolitik dan makroekonomi.
Di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF), Prabowo mengambil langkah berani dengan menandatangani piagam Board of Peace (BoP) bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Bergabungnya Indonesia ke dalam badan internasional ini merupakan wujud nyata kontribusi aktif Jakarta dalam mengawal proses stabilisasi dan rekonstruksi di Jalur Gaza pascakonflik.
Selain misi perdamaian, panggung WEF juga dimanfaatkan Prabowo untuk memperkenalkan “Prabowonomics”, sebuah gagasan ekonomi khas Indonesia di hadapan para pemimpin dunia dan CEO perusahaan multinasional.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan pertemuan hangat di Paris, Prancis.
Presiden Prabowo dijamu makan malam kenegaraan oleh Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée pada Hari Jumat (23/1/2026).
Pertemuan empat mata ini menyepakati penguatan kemitraan strategis yang lebih luas antara kedua negara.
Teddy Indra Wijaya menyimpulkan bahwa seluruh rangkaian perjalanan ini membuktikan efektivitas diplomasi Presiden Prabowo dalam menarik investasi sekaligus memainkan peran sentral dalam isu kemanusiaan global.







Leave a Comment