Kalahkan Negara Tetangga, Jakarta Duduki Posisi Kedua Kota Teraman di Asia Tenggara

ochaapp

No comments
Foto: Unsplash

Tintanarasi.com, Nasional – Pencapaian luar biasa baru saja diraih oleh ibu kota Indonesia dalam hal jaminan keselamatan bagi para penduduknya.

Pemeringkatan internasional bertajuk Safety Index 2026 yang diterbitkan oleh lembaga Global Residence Index mengukuhkan posisi Jakarta sebagai kota paling aman nomor dua se-Asia Tenggara.

Data dari riset yang dirilis awal tahun, tepatnya pada Jumat (16/1/2026) lalu tersebut, kembali menjadi sorotan publik pada Kamis (9/4/2026).

Jika dilihat dari skala global, metropolis ini sukses menempati urutan ke-87 dari total 181 kota maupun negara yang masuk dalam daftar analisis, dengan mencatatkan skor indeks keamanan di angka 0,72.

Perolehan ini di tingkat regional hanya mampu diungguli oleh negara tetangga, Singapura, yang menjadi jawara mutlak di ASEAN sekaligus bertengger di peringkat ketujuh dunia dengan nilai fantastis sebesar 0,9.

Keberhasilan Jakarta ini sekaligus mengungguli banyak ibu kota negara tetangga di wilayah Asia Tenggara.

Menurut laporan di laman resmi mereka, Bangkok (Thailand) tertinggal cukup jauh di urutan 111 dengan perolehan 0,65.

Posisinya kemudian diikuti Vientiane (Laos) pada peringkat 120 (0,61), Hanoi (Vietnam) di posisi 125 (0,60), dan Kuala Lumpur (Malaysia) yang harus puas berada di ranking 138 dengan skor 0,57.

Bahkan, Manila di Filipina terpuruk di peringkat 153 dunia lewat perolehan angka keamanan 0,41.

Sebagai catatan, riset ini tidak melakukan analisis terhadap Kamboja, Timor Leste, Brunei Darussalam, dan Myanmar.

Dalam sistem pemeringkatannya, Global Residence Index tidak hanya menjadikan tingkat kriminalitas sebagai patokan tunggal.

Lembaga ini turut memasukkan elemen lain seperti kerentanan terhadap bencana alam, kualitas struktur sosial, hingga fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas.

“Banyak orang dari negara yang relatif aman cenderung meremehkan pentingnya keamanan pribadi. Banyak hal yang bisa membunuh atau melukai seseorang, bukan hanya ancaman dari orang bersenjata,” demikian keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi lembaga tersebut.

Tingginya peringkat Jakarta ini nyatanya didukung oleh berbagai indikator krusial.

Salah satunya adalah sangat minimnya kasus kejahatan ekstrem, di mana tingkat pembunuhan hanya menyentuh angka 0,8 per 100.000 jiwa.

Selain itu, berdasarkan survei masyarakat yang dihimpun oleh Numbeo, Jakarta memperoleh skor 46,62, yang bermakna publik memiliki persepsi bahwa kota ini tergolong cukup aman untuk ditinggali.

Indeks Perdamaian Global untuk Jakarta juga tercatat stabil di angka 0,68, diiringi oleh minimnya risiko politik dan keamanan yang berada pada nilai 0,5.

Meskipun sukses mencatatkan prestasi membanggakan, Jakarta masih memiliki pekerjaan rumah yang berat di sektor non-kriminal.

Risiko bencana alam di wilayah ini tercatat cukup mengkhawatirkan dengan skor 10,24, sebuah nilai yang masuk akal mengingat topografi ibu kota yang sangat rawan banjir.

Lebih jauh, keselamatan di jalan raya juga masih memprihatinkan karena angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 15,3 jiwa per 100.000 penduduk.

Jika menilik tren secara universal, kawasan Eropa dan Asia masih memimpin daftar kota teraman. Wilayah dengan populasi yang lebih sedikit justru rutin mendominasi peringkat teratas tersebut, kecuali Singapura yang hadir sebagai anomali bagi kota-kota metropolitan.

“Di peringkat teratas dalam daftar ini didominasi oleh kota-kota dengan jumlah penduduk yang sangat kecil” tulis laporan tersebut.

Analisis lebih jauh juga menunjukkan bahwa faktor demografi sangat memengaruhi indeks.

Negara yang memiliki populasi berusia lanjut dengan angka kelahiran rendah cenderung jauh lebih aman. Fenomena menarik lainnya turut terlihat di negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman.

Walaupun memiliki angka kejahatan yang amat rendah dan ditopang politik yang stabil, kota-kota di kawasan Jazirah Arab tersebut nyatanya masih terbebani oleh tingginya kasus kematian di jalan raya.

Share:

Related Post

Leave a Comment