Tintanarasi.com, Internasional – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kerajaan Arab Saudi kembali menjadi perbincangan hangat di kancah global.
Sorotan tajam mengarah kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang baru-baru ini melontarkan pernyataan yang sangat kontroversial.
Peristiwa mengejutkan ini mencuat dan menjadi sorotan media pada Sabtu (28/03/2026), ketika sang presiden dinilai secara terang-terangan merendahkan martabat Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
Padahal, selama ini Arab Saudi dikenal luas sebagai salah satu sekutu paling strategis dan penting bagi Washington di kawasan Timur Tengah.
Namun, dalam sebuah kesempatan, Trump justru mengeluarkan kalimat vulgar untuk menggambarkan dominasinya atas pemimpin de facto negara kaya minyak tersebut.
“Pangeran MBS kini mencium pantat saya,” klaim Trump dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, seperti dikutip dari Suara.com.
Pernyataan provokatif berupa kutipan langsung yang dilontarkan oleh tokoh utama Amerika Serikat itu sontak memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.
Banyak pengamat politik internasional menilai bahwa ucapan tersebut sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang kepala negara, terlebih ditujukan kepada mitra kerja samanya sendiri.
Manuver retorika ini dikhawatirkan dapat memicu krisis kepercayaan dan merusak fondasi hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin lama.
Publik internasional kini tengah menanti dengan saksama bagaimana respons resmi dari pihak Kerajaan Arab Saudi dalam menyikapi ejekan tersebut.
Insiden ini sekaligus kembali menegaskan gaya kepemimpinan Trump yang kerap mengabaikan etika diplomasi konvensional dan lebih memilih menggunakan diksi konfrontatif di panggung politik dunia.







Leave a Comment